Kamis, 28 Maret 2019

Jenis, Karakteristik, Fungsi, dan Manfaat Media Pembelajaran


1.    Jenis Media Pembelajaran
a.     Dilihat dari jenisnya, media dibagi dalam:
1.      Media Auditif
Media Auditif adalah yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja seperti radio, cassette recorder.
2.      Media Visual
Media Visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Seperti, foto, gambar, lukisan, cetakan.
3.      Media Audiovisual
Media Audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

b.     Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
1.      Media dengan daya liput luas dan serentak
2.      Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
3.      Medai untuk pengajaran individual

c.      Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam:
1.      Media Sederhana
Media bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak  sulit.
2.      Media Kompleks
Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahalharganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.

2.    Karakteristik Media Pembelajaran
a.      Media Grafis
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima pesan, dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual. Menurut Arief S.Sadiman ( 1986 ) simbol-simbol tersebut harus dipahami benar, artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Jenis media grafis adalah:
1.    Media Bagan ( Chart )
2.    Grafik ( Grafik )
3.    Media Diagram
4.    Foster
5.    Karikatur dan kartun
6.    Media Gambar atau Foto
7.    Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran
b.      Media Visual Dua Dimensi
Media visual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksi dan terdiri dari perangkat perangkat keras dan perangkat lunak. Ada beberapa jeni media visual dua dimensi ini adalah:
1.      Overhead Proyector ( OHP )
2.      Slide
3.      Filim Strip
c.       Media Audio
Media audio berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal ( kedalam kata-kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio yaitu:
1.      Radio
2.      Laboratorium bahasa
d.      Media Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak dapat berupa:
1.      Filim Bersuara
2.      Televisi

3.    Fungsi Media Pembelajaran
a.    Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi memliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
b.    Media pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini mengandung pengertian bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
c.    Media pembelaran dalam penggunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai dan isi pembelajaran itu sendiri. Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus selalu melihat kepada kompetensi dan bahan ajar.
d.    Media pembelajaran bukan berfungsi sebagai alat hiburan, dengan demikian tidak diperkenankan menggunakannya hanya sekedar untuk permainan atau memancing perhatian siswa semata.
e.    Media pembelajaran bisa berfungsi untuk mempercepat proses belajar. Fungsi ini mempunyai arti bahwa dengan media pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat.
f.     Media pembelaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar . Pada umumnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran akan tahan lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.
g.   Media pembelajaran meletakkan dasar –dasar yang konkret untuk berfikir, oleh karena itu dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.

4.    Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum media mempunyai manfaat, yaitu;
a.    Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
b.    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera.
c.    Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
d.    Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
e.    Member rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.



Media Pembelajaran



1.     Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga mendorong terjadinya proses belajar.

Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar, ikut membantuguru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa.

2.     Landasan Teoritis Penggunaan Media Pendidikan
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
a.      Landasan filosofis. Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
b.     Landasan psikologis. Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 
c.      Landasan teknologis. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
d.     Landasan empiris. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

3.     Kegunaan Media dalam Pembelajaran
Drs. Rudi Susilana, M.Si. & Cepi Riyana, M.Pd. dalam bukunya Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian (2009, 9) secara umum media pembelajaran memiliki kegunaan antara lain adalah sebagai berikut:
a.      Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
b.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera
c.       Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar
d.      Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual auditor dan kinestetiknya
e.      Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama

4.     Ciri-ciri Media Pembelajaran
menurut  Gerlach & Ely (1971) yang mengemukakan tiga ciri-ciri media yang merupakan alasan mengapa media digunakan. Yaitu :
a.      Ciri fiksatif (fixative property). Ciri ini menggambarkan kemampuan merekam, menyimpulkan, melestarikan, dan mengkonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Cara ini amat penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan setiap saat. Media yang dikembangkan seperti photography, video tape, audio tape, disket komputer, dan film. Maka media ini memungkinkan suatu rekaman kejadian yang terjadi pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu. 
b.    Ciri manipulatif (manipulatif property). Suatu kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar atau time-lapse recording. Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan perhatian sungguh-sungguh karena apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan kembali urutan kejadian atau potongan bagian-bagian yang salah, maka akan terjadi pula kesalahan penafsiran yang tertentu saja akan membingungkan dan bahkan menyesatkan sehingga dapat mengubah sikap mereka kearah yang tidak diinginkan.
c.     Ciri disributif (distributive property). Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditrasnspormasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada peserta didik dengan stimulas pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian ini. Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara bersamaan di berbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat. Konsistensi informasi yang telah direkam akan terjamin sama atau hampir sama dengan aslinya.