1. Jenis Media Pembelajaran
a.
Dilihat dari jenisnya, media dibagi dalam:
1. Media Auditif
Media Auditif adalah yang hanya mengandalkan
kemampuan suara saja seperti radio, cassette recorder.
2. Media Visual
Media Visual adalah media yang hanya
mengandalkan indera penglihatan. Seperti, foto, gambar, lukisan, cetakan.
3. Media Audiovisual
Media Audiovisual adalah media yang mempunyai
unsur suara dan unsur gambar.
b.
Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
1. Media dengan daya liput luas dan
serentak
2. Media dengan daya liput yang terbatas
oleh ruang dan tempat
3. Medai untuk pengajaran individual
c.
Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi
dalam:
1. Media Sederhana
Media bahan dasarnya mudah diperoleh dan
harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.
2. Media Kompleks
Media ini adalah media yang bahan dan alat
pembuatannya sulit diperoleh serta mahalharganya, sulit membuatnya, dan
penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.
2. Karakteristik Media Pembelajaran
a. Media Grafis
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi
untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima pesan, dimana pesan dituangkan
melalui lambang atau simbol komunikasi visual. Menurut Arief S.Sadiman ( 1986 )
simbol-simbol tersebut harus dipahami benar, artinya agar proses penyampaian
pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut secara khusus
grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide,
mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau
diabaikan bila tidak digrafiskan. Jenis media grafis adalah:
1.
Media Bagan ( Chart )
2.
Grafik ( Grafik )
3.
Media Diagram
4.
Foster
5.
Karikatur dan kartun
6.
Media Gambar atau Foto
7.
Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran
b. Media Visual Dua Dimensi
Media
visual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksi dan
terdiri dari perangkat perangkat keras dan perangkat lunak. Ada beberapa jeni
media visual dua dimensi ini adalah:
1. Overhead
Proyector ( OHP )
2. Slide
3. Filim Strip
c. Media Audio
Media audio berkaitan dengan indra pendengar, dimana
pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (
kedalam kata-kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Ada beberapa jenis
media yang dapat dikelompokkan dalam media audio yaitu:
1. Radio
2. Laboratorium
bahasa
d. Media Audio Visual Gerak
Media
audio visual gerak dapat berupa:
1. Filim
Bersuara
2. Televisi
3. Fungsi Media Pembelajaran
a. Penggunaan media pembelajaran bukan
merupakan fungsi tambahan, tetapi memliki fungsi tersendiri sebagai sarana
bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
b. Media pembelajaran merupakan bagian
integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini mengandung pengertian
bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri
tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan
situasi belajar yang diharapkan.
c. Media pembelaran dalam penggunaannya harus
relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai dan isi pembelajaran itu sendiri.
Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus
selalu melihat kepada kompetensi dan bahan ajar.
d. Media pembelajaran bukan berfungsi sebagai
alat hiburan, dengan demikian tidak diperkenankan menggunakannya hanya sekedar
untuk permainan atau memancing perhatian siswa semata.
e. Media pembelajaran bisa berfungsi untuk
mempercepat proses belajar. Fungsi ini mempunyai arti bahwa dengan media
pembelajaran siswa dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih
cepat.
f. Media pembelaran berfungsi untuk
meningkatkan kualitas proses belajar mengajar . Pada umumnya hasil belajar
siswa dengan menggunakan media pembelajaran akan tahan lama mengendap sehingga
kualitas pembelajaran memiliki nilai yang tinggi.
g. Media pembelajaran meletakkan dasar –dasar
yang konkret untuk berfikir, oleh karena itu dapat mengurangi terjadinya
penyakit verbalisme.
4. Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum media mempunyai manfaat,
yaitu;
a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu
verbalistis.
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga
dan daya indera.
c. Menimbulkan gairah belajar, interaksi
lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.
d. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai
dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
e. Member rangsangan yang sama, mempersamakan
pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.
