1. Pengertian Media
Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat bantu proses
belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga
mendorong terjadinya proses belajar.
Media pendidikan sebagai salah satu sumber
belajar, ikut membantuguru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar
oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa.
2. Landasan Teoritis
Penggunaan Media Pendidikan
Ada beberapa tinjauan tentang
landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis,
psikologis, teknologis, dan empiris.
a.
Landasan filosofis. Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis
media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran
yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran
akan terjadi dehumanisasi. Akan tetapi, siswa dihargai harkat kemanusiaannya
diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai
dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti
dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang
penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika
guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi,
dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik
menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang
dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
b.
Landasan psikologis. Dengan
memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan
media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar.
Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas
dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal
agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
c.
Landasan teknologis. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek
perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan
sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan
terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk
menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan
mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu
mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan
masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran
yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan
serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap.
Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik,
dan latar.
d.
Landasan empiris. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat
interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa
dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan
yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan
karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar
visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media
visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang
memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio,
seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan
menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media
audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan
media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus
mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik
materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
3. Kegunaan Media dalam
Pembelajaran
Drs. Rudi Susilana, M.Si. & Cepi Riyana, M.Pd. dalam
bukunya Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian
(2009, 9) secara umum media pembelajaran memiliki
kegunaan antara lain
adalah sebagai berikut:
a. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
b.
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera
c.
Menimbulkan
gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar
d.
Memungkinkan
anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual auditor dan
kinestetiknya
e.
Memberi
rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang
sama
4. Ciri-ciri Media Pembelajaran
menurut Gerlach & Ely
(1971) yang mengemukakan tiga ciri-ciri media yang merupakan alasan mengapa
media digunakan. Yaitu :
a. Ciri fiksatif (fixative property). Ciri ini menggambarkan kemampuan
merekam, menyimpulkan, melestarikan, dan mengkonstruksi suatu peristiwa atau
obyek. Cara ini amat penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek
yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan
setiap saat. Media yang dikembangkan seperti photography, video tape, audio tape,
disket komputer, dan film. Maka media ini memungkinkan suatu rekaman kejadian
yang terjadi pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu.
b. Ciri manipulatif (manipulatif property). Suatu kejadian yang
memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada peserta didik dalam waktu dua
atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar atau time-lapse recording.
Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan perhatian sungguh-sungguh
karena apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan kembali urutan kejadian atau
potongan bagian-bagian yang salah, maka akan terjadi pula kesalahan penafsiran
yang tertentu saja akan membingungkan dan bahkan menyesatkan sehingga dapat
mengubah sikap mereka kearah yang tidak diinginkan.
c. Ciri disributif (distributive property). Ciri distributif dari media
memungkinkan suatu objek atau kejadian ditrasnspormasikan melalui ruang, dan
secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada peserta didik dengan
stimulas pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian ini. Sekali informasi
direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun
dan siap digunakan secara bersamaan di berbagai tempat atau digunakan secara
berulang-ulang di suatu tempat. Konsistensi informasi yang telah direkam akan
terjamin sama atau hampir sama dengan aslinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar